Dari Aceh Sampai Papua, Kitong (pasti) Bisa!

achmad abrar, 09-03-2019

Berawal dari sebuah learning center di pulau Yapen, Papua pada tahun 2009, kini Kitong Bisa telah banyak berkontribusi dalam kegiatan sosial maupun consulting yang berfokus pada bidang pendidikan dan pengembangan masyarakat di Indonesia. Sebagai organisasi non-profit nasional, Kitong Bisa juga bekerja sama dengan beberapa institusi pemerintah maupun luar negeri dalam melakukan proyek nya. Tahun ini, Kitong Bisa mendapatkan hibah dari Kedutaan Australia melalui Alumni Grant Scheme (AGS) untuk melakukan proyek sosial, yaitu Kitong Bisa Bisnis yang berjudul “From Vocational Students to Womenpreneurs”.

Proyek ini bertujuan untuk mengurangi jumlah pengangguran nasional dengan memberikan solusi melalui inkubasi bisnis. Setelah melakukan riset, tim kami menargetkan 11 provinsi di Indonesia dengan angka pengangguran tertinggi. Akan tetapi, tim memutuskan untuk mengambil 2 provinsi dengan jumlah pengangguran yang didominasi oleh kaum wanita, yaitu Aceh dan Fakfak, Papua sebagai target tahun ini.

Dalam aktualisasi nya, tim telah melakukan assessment secara langsung di Aceh dan Fakfak pada bulan Mei 2017 dan memutuskan untuk bekerja sama dengan Politeknik Negeri setempat sebagai pendekatan proyek ini. Proses inkubasi bisnis akan dilakukan dengan membangun sebuah e-commerce yang dinamai Kitong Shop, serta memberikan pelatihan kepada 200 mahasiswa/i di Politeknik setempat selama 3 hari. Setelah mengadakan pelatihan, peserta akan diberikan kebijakan dalam mengakses Kitong Shop dan memasarkan produk atau jasa mereka pada platform ini.

Penyelenggaraan proyek ini tentunya memiliki target yang dapat diakumulasikan. Pada saat melakukan assessment, tim juga telah melakukan survey terhadap para pebisnis lokal di 2 provinsi tersebut mengenai kendala yang mereka hadapi dalam mengembangkan bisnis nya dan bermaksud untuk mencarikan solusi melalui Kitong Shop. Setelah pelatihan dan pembelajaran bisnis dilakukan, nantinya kami akan kembali melakukan survey untuk mengevaluasi pencapaian proyek melalui rekaman penjualan di Kitong Shop. Tim juga telah sepakat untuk memantau progress peserta pelatihan melalui bantuan dari pihak Politeknik setempat.


        66964800342813037468.jpg

Kelancaran jalan nya proyek ini tentunya mendapatkan dukungan luar biasa dari beberapa pihak, seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mahasiswa/i IT Binus yang membantu tim dalam merancang Kitong Shop serta fitur nya, Malline dan Blanja.com sebagai online shop nasional terpercaya yang akan memberikan link kepada Kitong Shop, 94.5 Three fm Aceh sebagai media partner, kami juga mendapat dukungan dari Kemendikbud, serta beberapa perusahaan nasional seperti Kimia Farma dan Indofarma sebagai donatur pendukung proyek ini.

"Ada banyak tantangan yang kami hadapi, namun pada akhirnya semua bisa terlewati. Semoga lingkat kebaikan dan kebermanfaatan dapat terus berlanjut. Melakukan perubahan dan memberikan dampak bagi Indonesia tidaklah mudah, tapi tidak lantas menyurutkan semangat kami." Ujar Mochamad Bintang Rivani, salah satu perwakilan dari Kitong Bisa yang ikut bertolak ke Aceh untuk melatih beberapa siswa sekolah vokasi untuk dapat mengenal lebih jauh tentang bagaimana caranya berbisnis online bulan lalu.


Komentar (0)

News

Berbagi cerita pengalaman seru bersama Kitong Bisa

...

Today is a great day, when Ranitya Nurlita and Riki Sugiato, two of the Young South East Asian Leaders Initiative (YSEALI) alumnus ...

Continue Reading >>

...

Halo. Hai, perkenalkan kami adalah kitong bisa. Sepintas nama ini mirip dengan gerakan sosial yang membantu mencarikan bantuan dana...

Continue Reading >>

...

"Kami ingin Astra tumbuh dan berkembang seperti pohon rindang, yang berfungsi sebagai tempat berlindung bagi banyak orang di waktu ...

Continue Reading >>