Social Enterpreneurship = Sejahtera di Dunia + Tiket ke Surga

Kitongbisa, 09-03-2019

"Kami ingin Astra tumbuh dan berkembang seperti pohon rindang, yang berfungsi sebagai tempat berlindung bagi banyak orang di waktu hujan maupun panas. Singkatnya, saya ingin Astra untuk menjadi perusahaan yang menghasilkan manfaat bagi masyarakat dan negara, sejalan dengan tujuan Astra, yaitu: makmur bersama bangsa" (William Soeryadjaja-pendiri PT Astra International)

Alasan saya mengutip kalimat di atas, bukan berarti bahwa saya sedang mempromosikan perusahaan yang bergerak di bidang otomotif tersebut. Bukan itu alasannya, namun saya ingin mengatakan bahwa tujuan perusahaan tersebut sangat mulia. Makmur bersama bangsa, berarti mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia bukan mensejahterakan perusahaannya sendiri.

Kitong Bisa adalah sebuah lembaga non profit yang fokus pada bidang pendidikan (education), pemberdayaan sumber daya manusia (human resources) dan kewirausahaan sosial (social enterpreneurship).

Apa hubungan antara judul, dengan kutipan kalimat pembuka dan lembaga Kitong Bisa? Hubungannya adalah bahwa pada tanggal 7-8 Januari 2017 yang lalu, Kitong Bisa mengadakan Away Day. Away day tersebut berupa family gathering antara CEO, staf dan volunter baru Kitong Bisa serta menghadirkan beberapa tokoh yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan, pengembangan sumber daya manusia dan kewirausahaan sosial. Dalam kegiatan tersebut hadir ibu Risa Bhinekawati (dosen Universitas Podomoro) dan ibu Juliana Murniati (Wakil Rektor bidang Akademik UNIKA Atmajaya). Beliau berdua memberikan materi tentang kewirausahaan sosial. Kutipan kalimat milik pak William Soryadjaja di atas, saya kutip dari bahan presentasi ibu Risa Bhinekawati.

Saya akan menjelaskan maksud saya tentang "Kewirausahaan sosial berarti sejahtera di dunia dan tiket ke surga". Saya bukan berbicara soal agama dengan membawa-bawa nama surga, karena saya sadar isu agama adalah isu yang sangat sensitif di negara ini. Selain itu, saya juga tidak berkompeten untuk membahas isu agama. Namun saya sangat yakin bahwa di dalam ajaran setiap agama, pasti mengajarkan untuk berbuat baik kepada sesama manusia. Amal dan budi baik manusia selama hidup, dipercaya sebagai "tiket" menuju surga. Surga adalah tempat orang-orang baik pergi setelah meninggalkan dunia yang fana ini.

Kewirausahaan berarti semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam

rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar (lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995). Orang yang bergerak di bidang kewirausahaan disebut wirausaha. Biasanya para wirausahawan adalah orang-orang yang mampu berinovasi. Mereka bukanlah orang-orang yang "hanya sekedar" mendapatkan gaji, namun mereka mampu membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang dan "mampu menggaji" para pekerjanya.

Kewirausahaan sosial adalah kewirausahaan yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat bukan sekadar memaksimalkan keuntungan pribadi. Kewirausahaan sosial biasa disebut 'pengembangan masyarakat' atau “organisasi bertujuan sosial” (Tan, 2005). Selain itu pengertian kewirausahaan sosial menurut Bill Drayton, CEO and Chair of Ashoka, adalah individu yang memiliki solusi inovatif untuk mengatasi masalah sosial dengan cara mengubah sistem, memberikan solusi dan memengaruhi masyarakat untuk melakukan perubahan.

Sekarang apakah kamu sudah tahu apa perbedaan kewirausahaan dengan kewirausahaan sosial? Ya. Mereka serupa tapi tidak sama. Mereka sama-sama membuat inovasi dan mampu membuka lapangan pekerjaan sehingga mampu mengurangi pengangguran. Namun kewirausahaan sosial seperti pengertian dari Bill Drayton di atas, adalah orang-orang yang mampu berinovasi mengatasi masalah sosial seperti kemiskinan dan bertujuan mensejahterakan masyarakat banyak. Bisa dikatakan kewirausahaan sosial, adalah jalan untuk sukses dan sejahtera bersama-sama.  Kewirausahaan sosial lebih menitik beratkan untuk mengatasi masalah sosial dan menjadi “kaya” bersama. Kaya di dunia dan kaya hati sebagai tiket menuju surga. Kewirausahaan sosial dapat mengurangi kemiskinan, mengurangi kecemburuan sosial, mengurangi “jomplang” antara si kaya dan si miskin dan mengurangi angka kriminalitas. Angka kriminalitas dapat diturunkan bahkan dihilangkan apabila semua orang sejahtera. Apakah kamu telah setuju bahwa kewirausahaan sosial merupakan kunci menjadi sejahtera dan “tiket” ke surga?

Langkah sederhana untuk kamu yang membaca tulisan ini. Misalkan di sekitarmu, di kampungmu atau lingkunganmu punya potensi “sesuatu yang dapat dijual”. Saya kasih contoh misalnya di Papua, banyak noken (tas tradisional khas Papua, dimana setiap daerah di tanah Papua memiliki noken yang khas dan berbeda satu sama lain) yang dijual mama-mama asli Papua di pinggiran jalan, atau di pasar dan digelar di atas tanah beralas karung plastik. Harganya cukup variatif, namun karya tersebut "hanya" ditaruh di bawah, bukan di etalase toko. Kamu dapat membantu mama-mama tersebut dengan menjualnya secara onlineatau membuat sebuah toko untuk menjualnya.

Selain itu kamu dapat mewadahi mama-mama tersebut agar terus berkarya. Kamu dapat memberdayakan generasi muda khususnya perempuan Papua untuk melanjutkan tradisi membuat noken sebagai warisan budaya. Noken resmi masuk dalam daftar UNESCO sebagai “Warisan Budaya Tak Benda” (Intangible Cultural Heritage) pada tanggal 4 Desember 2012 di Paris, Prancis.  Kamu dapat membentuk suatu organisasi atau koperasi. Mungkin kamu berpikir bahwa kamu tidak punya modal dana untuk bergerak. Tetapi saya bisa mengatakan padamu untuk bergerak dan membuat perubahan, kalau kamu mau!

Langkah selanjutnya adalah kamu mengumpulkan teman-teman yang sepemikiran denganmu. Kalian dapat membuat analisis SWOT (metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan/strengths, kelemahan/weaknesses, peluang/opportunities, dan ancaman/threats untuk suatu spekulasi bisnis). Kamu dapat pula membuat sebuah identifikasi masalah terkait modal kewirausahaan sosial yang kamu butuhkan, yang dapat dirumuskan sebagai berikut:

    Investasi yang dibutuhkan
    Biaya produksi (termasuk pelatihan keterampilan dan sebagainya)
    Biaya pemasaran
    Proyeksi pendapatan (selama satu tahun pertama)
    Skema bagi hasil antara anggota kelompok
    Rencana struktur organisasi
    Potensi pasar
    Skema bagi hasil dengan lembaga donatur non pemerintah. Biasanya untuk lembaga  seperti ini, dalam mengambil keuntungan tidak sampai 10% dari keuntungan yang diperoleh.

Setelah kamu membuat sebuah identifikasi masalah, kamu dapat mengirimkan proposalmu kepada pemerintah daerah, instansi terkait maupun kepada lembaga-lembaga non pemerintah yang fokus pada isu kewirausahaan sosial. Ada banyak dana  yang siap dikucurkan, asal kamu mau bekerja dan berusaha. Lihat peluang disekitarmu! Kamu bisa mensejaterahkan dirimu sendiri dan banyak orang. Kitong Bisa sebagai konsultan non profit siap membantu mewujudkan mimpimu!

#Sa bisa buat perubahan
#Gue bisa buat perubahan
#Kitong Bisa "Even You Can Make a Change”

#anak kampung dari Merauke (Mariana Lusia Resubun)


Komentar (0)

News

Berbagi cerita pengalaman seru bersama Kitong Bisa

...

Today is a great day, when Ranitya Nurlita and Riki Sugiato, two of the Young South East Asian Leaders Initiative (YSEALI) alumnus ...

Continue Reading >>

...

Halo. Hai, perkenalkan kami adalah kitong bisa. Sepintas nama ini mirip dengan gerakan sosial yang membantu mencarikan bantuan dana...

Continue Reading >>

...

"Kami ingin Astra tumbuh dan berkembang seperti pohon rindang, yang berfungsi sebagai tempat berlindung bagi banyak orang di waktu ...

Continue Reading >>