Percaya diri setelah mengikuti program link and match, pemuda-pemudi Papua ini yakin bisa sukses jalani usaha

Jakarta (4/ 11) – Setelah bertahun tahun mencoba sendiri untuk membangun usaha kerajinan daur ulang dari bunga, Madania Tanggahma telah melakukan berbagai strategi bisnis yang diketahuinya secara otodidak. Seringkali rencana tersebut tidak berjalan baik dan tidak membawa perubahan yang signifikan pada usaha yang dirintisnya. Pengalaman Madania Tanggahma ini adalah salah satu dari sekian banyak cerita yang dialami oleh pebisnis lokal di Indonesia khususnya pada kasus ini di tanah Papua. Maka dari itu ratusan wirausaha muda Papua mengikuti secara luring sesi pelatihan program Link & Match: Pebisnis Muda Lokal yang telah dilaksanakan pada tanggal 2 – 4 November.

Peserta yang antusias ini langsung mendapatkan pelatihan intensif dari sejumlah pakar yang memang sudah ahli di bidangnya. Pelatihan yang berlangsung dua hari itu membahas topik-topik yang relevan dengan dunia usaha, seperti Permodalan Usaha, Konsep Produk dan Perusahaan, Hak Cipta Merek Dagang, Perizinan Usaha, Presentasi Produk hingga Digital Marketing.

Pelatihan ini direspon sangat positif dan antusias oleh hampir seluruh peserta. Berbagai tanggapan baik pun datang dari para pengusaha muda ini, mengenai manfaat dari materi-materi yang mereka terima selama pelatihan berlangsung untuk mengembangkan usaha secara tepat dan cerdas.

Supia L Kwamtakgai contohnya, sebagai salah satu peserta Link & Match dari Merauke, yang sedang merintis usaha kuliner kreasi makanan penutup puding, dari awal merasakan manfaat dari pelatihan ini untuk usahanya. “Penjelasan dari para narasumber ahli sangat bermanfaat bagi kami pengusaha kecil untuk belajar membuat konsep bisnis bagi usaha kami. Saya juga jadi mengerti tentang hak cipta dalam merek dagang yang sebelumnya saya belum pernah tahu bagaimana prosedurnya” ucap Supia. “Dengan ilmu yang saya dapat dalam dua hari ini, saya yakin usaha saya dapat berkembang. Harapan saya, makin banyak anak muda Papua yang mau berwirausaha. Karena, dengan bertambahnya UMKM tentunya akan menambah kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.” tambah Supia

Selain Supia, seorang peserta wanita yang berasal dari Sorong Joshina Martha Aurora Manggrat yang memiliki usaha produksi kain lurik Papua dan kue sagu ini mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Kementerian Investasi, Papua Muda Inspiratif dan Yayasan Kitong Bisa yang telah mengadakan program ini. “Harapan saya ke depan, saya akan terus mengembangkan usaha saya dengan mulai menggunakan teknologi digital dan saya harap program seperti ini akan terus diadakan,” Ucapnya dalam video testimoni yang dikirimkan.

Setelah mengikuti pelatihan ini, para 250 peserta tersebut akan melalui proses seleksi. Yolanda Febiola, selaku program manager dari kegiatan ini menjelaskan untuk menyeleksi 250 peserta menjadi 30 terpilih yang nantinya akan bertemu dengan calon investor. Mereka pun diwajibkan untuk mengisi Rencana Tindak Lanjut (RTL). Pada RTL tersebut, seluruh peserta akan menjelaskan secara detail tentang usaha mereka. Mulai dari Ideation, Prototyping, Product Launching, Business Launching, Business Growth/Next Level Funding.

Adapun para best-practice ternama yang mengisi acara pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini ialah; Bapak Dian Martin – Ketua Asosiasi Digital Marketing Indonesia, Bapak Imanuel Kafiar – PT Freeport Indonesia, Bapak M Pradana Indraputra – Staf khusus Bidang peningkatan pengusaha nasional Kementerian Investasi / BKPM, Bapak Aloysius B. Gunawan – Business Coach Binus University, Bapak Agustian Iskandar – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Bapak Hendy Setiono – Founder & CEO of Baba Rafi Enterprise, Ibu Anna Nurbani – Direktur Pemberdayaan Usaha Kementerian Investasi / BKPM dan narasumber profesional lainya.

Selain mendapat dukungan penuh dari Kementerian Investasi, Program Link & Match Pebisnis Muda Lokal juga mendapat dukungan dari Pemda Provinsi Papua, Pemda Provinsi Papua Barat dan beberapa lembaga swasta lainya yaitu PT. Freeport Indonesia, Universitas Bina Nusantara dan HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia). Mereka menyambut baik program ini untuk menghidupkan giat wirausaha di Tanah Papua yang diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *