Pusat Belajar Kitong Bisa (KBLC) di Sorong Beroperasi Kembali, Anak Papua Siap Kuasai Dunia

Setelah sempat vakum selama hampir 2 tahun, hari ini resmi beroperasi kembali, Pusat Belajar Kitong Bisa Sorong, yaitu sebuah organisasi ayoman dari Yayasan Kitong Bisa (Kitong Bisa Foundation), dengan wajah baru di lokasi yang baru di Kota Sorong – Provinsi Papua Barat dan dengan semangat yang baru juga.

Kitong Bisa Foundation atau Yayasan Kitong Bisa,  adalah sebuah organisasi nonprofit yang bergerak dalam bidang pendidikan dan kewirausahaan sosial merupakan organisasi dan memiliki pusat belajar yang di beri nama Kitong Bisa Learning Center (KBLC) .

Pusat belajar ini beroperasi di beberapa titik, memberikan pendidikan gratis dalam bidang Kepemimpinan, Kewirausahaan, Bahasa Inggris dan Lingkungan Hidup kepada kurang lebih 500 anak asli Papua di berbagai titik tersebut.

“Selamat untuk keluarga besar Kitong Bisa, atas beroperasinya kembali Kitong Bisa Learning Center Sorong. Ini bisa menjadi titik semangat adik-adik untuk dapat belajar bahasa Inggris, karakter kepemimpinan untuk mencapai cita-cita setinggi langit lewat beasiswa. Bisa berprestasi di tingkat Nasional maupun Internasional. Saya titipkan adik-adik ini kepada Kal Isir, Kordinator Utama Pusat Belajar Kitong Bisa Sorong,” Ungkap Billy Mambrasar, yang menjadi Putra Papua Pertama yang diterima bersekolah di kampus bergengsi dunia Universitas Harvard – Amerika Serikat.

Kal Isir adalah salah seorang yang memperjuangkan Kitong Bisa Sorong dapat beroperasi kembali setelah sekian lama sempat vakum. Kal Isir memiliki pengalaman panjang berjuang untuk pembangunan di Papua dengan karir yang panjang sebagai ketua Organisasi Kepemudaan selama masa kuliah dan mendorong beberapa insiatif sosial lainnya setelahnya. Pada pertemuannya dengan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim, tahun yang lalu, Kal berkomitmen akan kembali berjuang mendorong berjalannya Pusat Belajar Kitong Bisa Sorong, mendukung pengembangan SDM Papua.

“Setelah beberapa saat vakum, puji kepada Tuhan akhirnya Kitong Bisa Sorong hari ini telah dimulai proses belajar mengajar. Meski sempat 2 tahun vakum tapi kami tetap aktif berkoordinasi dengan Kitong Bisa Pusat juga didukung oleh Pusat belajar ini di tempat lain. Dengan momen ini, kita akan ikut megembangkan SDM Papua di Kota Sorong, melanjutkan karya-karya yang telah dilakukan sebelumya,” ucap Kal Isir mensyukuri keberhasilan usaha yang telah ia lakukan selama beberapa tahun ke belakang.

Selain Kal Isir, ada beberapa pihak yang juga ikut memperjuangkan pusat belajar KBLC Sorong ini kembali aktif, yaitu Edo Rematobi dan Kilian Goram juga beberapa relawan lain yang semuanya adalah putra asli Papua. Mereka menjadi relawan setia yang terus mendorong hidupnya Kitong Bisa Sorong agar dapat hidup kembali setelah mendapat suntikan semangat dari Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim yang bertemu langsung dengan mereka di Sorong beberapa waktu lalu.

Hadir pula dari Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Sorong, Ibu Trice Idie, S.E. sebagai wakil pemerintah daerah beliau menyampaikan, “terimakasih karena telah hadir dan membantu kami di situasi pandemi seperti sekarang ini. Dimana ada keterbatasan belajar anak-anak menjadi lengkap dengan adanya pusat belajar ini. Anak-anak yang hanya bisa sebentar di belajar sekolah tidak lagi pulang ke rumah, melainkan datang ke KBLC Sorong ini”, ucapnya antusias.

KBLC Sorong didirikan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak di kota Sorong yang saat ini masih minim fasilitas pendidikan. Pendidikan bahasa Inggris menjadi tujuan utama selain mengasah kreatifitas dan kemampuan dalam berinovasi. Dengan bimbingan para mentor pilihan dari KBLC Pusat dan menggunakan sebuah gereja Bethani sebagai tempat melakukan proses belajar, KBLC Sorong menjadi tempat banyak harapan bersandar.

Yolanda Febiola sebagai COO Pendidikan KBF mengutarakan harapannya, “Dengan bangkitnya lagi KBLC Sorong ini semoga dapat menambah semangat teman-teman kita di daerah lain untuk membangun pusat-pusat belajar non formal bagi adik-adik kita yang putus sekolah di kota lain di Papua dan Papua Barat.” Demikian ungkap Yola memberi harapan yang tidak hanya bagi Sorong melainkan untuk Papua dan Papua Barat.

KBLC Sorong membuka Pendaftaran bagi anak-anak Asli Papua berusia 6-18 tahun,  yang ingin belajar untuk mengembangkan dirinya, melalui sentuhan kurikulum khusus dalam Bahasa Inggris, Komunikasi dan Kepemimpinan, dapat mengunjungi website: www.kitongbisa.com, atau menghubungi Kordinator Kitong Bisa Sorong, Kal Isir di nomor: 082238575921. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *