Kitong Bisa Learning Centre (KBLC) Yapen

Kitong bisa Learning center was started with a small day teaching classes outside of Mr.Mambrasar's House. Then kids start coming and the class was getting big and bigger. Starting from the big outdoor class activities, as the kids number was growing, it was then decided to make the classes outside the house into formal classrooms. This first classroom was then evolving into learning center which is now serving almost 100 students every term. All the classes are provided for free, targeting the low economic status kids. The learning center is located in a very exotic island, at the most eastern part of Indonesia, which is very beautiful with the sea, beaches, and the natural scene of trees and greens. It is also a home of very rare species such as the Bird of Paradise, and a big tropical turtle. However, the people live on the island are amongst the poorest in the region. Furthermore, access to quality education especially English language for most kids are hard.

KBLC Yapen was the first learning center to be established and to date, many of its graduates have succeeded in becoming big figures in both Papua and Indonesia.

Upaya KBLC Yapen Bangkitkan Generasi Milenial Belajar Bahasa Asing

Wakil Bupati Yapen Frans Sanadi menyampaikan, seiring kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, kemampuan berbahasa inggris menjadi salah satu tuntutan yang harus dimiliki generasi muda kaum milenial masa kini.

Komunitas Kitong Bisa Learning Center (KBLC) Yapen menggelar Yapen Kitong Bisa English Championship untuk memperebutkan piala bergilir Bupati Yapen, pada Jumat 21 Mei 2021. Lomba yang diikuti 95 peserta dibuka oleh Wakil Bupati Kepulauan Yapen Frans Sanadi bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Yapen Saskar Paiderow.



Koordinator Lomba Alfreds John Rumbekwan menjelaskan, lomba ini merupakan kegiatan pertama di Yapen dan akan menjadi piala bergilir bupati, dan di ikuti oleh 95 peserta dari tingkat umum. Ia berharap lomba ini dapat membangkitkan rasa ingin berkompetisi bagi anak-anak muda di Yapen untuk mau belajar bahasa asing. “Jadi kita mau untuk bahasa inggris itu bukan hanya sekedar nilai yang ada di ijazah, tetapi bahasa inggris dapat di terapkan di kehidupan sehari-hari,” kata Alfreds.

Wakil Bupati Yapen Frans Sanadi memberikan apresiasi kepada pihak panitia atas terselenggaranya lomba tersebut. Menurutnya, seiring kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, kemampuan berbahasa inggris menjadi salah satu tuntutan yang harus dimiliki generasi muda kaum milenial masa kini.

Ia berharap anak-anak bisa tergerak untuk belajar lebih giat lagi dan mengembangkan kemampuan bahasa inggris yang dimiliki saat ini, sebagai bekal berharga guna mendukung langkah dan perjuangan mereka menggapai masa depan. Yapen Kitong Bisa English Championship ditutup dengan penyerahan piala dan doorpirse kepada para peserta yang berhasil memenangkan lomba.

Visit Social Media of KBLC Yapen

Donate now