250 Pengusaha Muda Papua Ikuti Pelatihan dan Pemodalan oleh Kementerian Investasi

Sebanyak 250 Pengusaha Muda Papua dalam berbagai sektor, dipilih untuk mengikuti serangkaian pelatihan, hingga permodalan usaha yang didukung penuh oleh Kementerian Investasi/ BKPM Indonesia.

Rangkaian acara tersebut akan dimulai pada 2 November 2021, dilakukan secara daring dan luring.Para pengusaha muda ini, selain akan memperoleh pelatihan hingga permodalan, akan juga dihubungkan dengan pelaku-pelaku usaha, baik Industri besar, menengah, hingga kecil yang beroperasi di Papua, agar dapat melibatkan mereka dalam rantai pasok kegiatan industri mereka, paska pelatihan, dengan difasilitasi oleh Kementerian Investasi, serta Kementerian dan Lembaga yang terkait.

Acara bertajuk “Link and Match” ini akan dibuka secara Perdana oleh Menteri Investasi Republik Indonesia: Bahlil Lahadalia, dan didukung oleh Staf Khusus Presiden RI asal Papua Billy Mambrasar, yang juga menjadi kordinator utama giat Papua Muda Inspiratif (PMI), yang menjadi ekosistem penciptaan kewirausahaan muda di Papua selama ini.

Pelatihan akan diberikan secara berjenjang mengacu kepada praktik nyata bisnis dari berbagai narasumber yang sebagian besar merupakan pelaku usaha.Setelah itu, peserta yang akan terpilih hingga langkah akhir akan dipilih untuk mengikuti pelatihan mendalam hingga memperoleh permodalan usaha.

“Ini bukti Kementerian Investasi, juga mendukung anak-anak muda Papua, untuk maju dan menjadi pengusaha, dan bisa menguasai sektor-sektor perekonomian di Papua dan Papua Barat,"kata Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia.
Sebelumnya, didampingi oleh Menteri Investasi dan Staf Khusus Billy Mambrasar, Presiden Joko Widodo berkunjung ke Papua dan Beraudiensi dengan sejumlah anak-anak Papua, pelaku UMKM, dalam ekosistem kewirausahaan Papua Muda Inspiratif (PMI), dan momen kunjungan ini menjadi tonggak sejarah kebangkitan anak-anak Papua dalam sektor ekonomi.

“Sudah waktunya anak-anak muda Papua, khususnya Gen Y dan Gen Z, terjun ke sektor perekonomian. Kemarin kita sudah berhasil menjalankan pelatihan digital dan start-up kepada 400 anak Papua, bersama-sama dengan Kemenkominfo, sekarang di sektor UMKM, kepada 250 anak Papua, yang ditopang oleh Kementerian Investasi," ujar Stafsus Presiden Billy Mambrasar.

"Program ini akan benar-benar memanifestasikan harapan anak-anak Papua menjadi tuan di negeri sendiri, yakni menjadi pelaku ekonomi,"katanya.Secara teknis pelaksanaan kegiatan serupa dengan kegiatan Shark Tank atau Dragons’ Den, sebuah show di Inggris, dimana calon pengusaha dari seluruh dunia melakukan presentasi model bisnis mereka kepada sebuah panel investor dan meyakinkan mereka untuk mengivestasikan uang ke bisnis mereka.

"Namun dalam kegiatan Link & Match Pebisnis Muda Lokal juga disisipkan pelatihan secara online sebelum pitching tersebut," ujar Nurul Ichwan, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi.Link & Match ini menjadi bagian dari rencana aksi Instruksi Presiden Joko Widodo, tentang Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat.

Program ini didesain sejak pertemuan awal Menteri Investasi dan Staf Khusus Presiden RI Billy Mambrasar, juga selaku kordinator utama Papua Muda Inspiratif, Pada tanggal 19 Januari 2021, yang kemudian diikuti dengan serangkaian acara sebelum acara ini, yakni Series Webinar, Podcast dan rangkaian acara penciptaan wirausaha muda Papua yang lain.
Adapun program-program tersebut ialah; Tiga seri Webinar Pemulihan Ekonomi Nasional, Link and Match Pebisnis Muda Lokal, Pelatihan Peternakan Sapi dan Green Investment Blueprint.

Untuk diketahui, Tiga Seri Webinar tersebut telah dilakukan dari Bulan Maret – April 2021 dengan menghadirkan narasumber-narasumber handal dan ternama. Link & Match Pebisnis Muda Lokal akan menjadi program yang sejalan dengan visi Kementerian Investasi/BKPM dalam mendorong investasi yang bertumbuh, inklusif dan merata. Program ini akan membawa perubahan dalam sektor ekonomi dan investasi dengan melibatkan anak-anak muda Papua di dalamnya.

Percaya Diri Ikuti Pogram Link And Match, Pemuda Papua Ini Yakin Bisa Sukses Jalani Usaha

Setelah bertahun tahun mencoba sendiri untuk membangun usaha kerajinan daur ulang dari bunga, Madania Tanggahma telah melakukan berbagai strategi bisnis yang diketahuinya secara otodidak.Seringkali rencana tersebut tidak berjalan baik dan tidak membawa perubahan yang signifikan pada usaha yang dirintisnya. Pengalaman Madania Tanggahma ini adalah salah satu dari sekian banyak cerita yang dialami oleh pebisnis lokal di Indonesia khususnya pada kasus ini di tanah Papua.

Maka dari itu ratusan wirausaha muda Papua mengikuti secara luring sesi pelatihan program Link & Match: Pebisnis Muda Lokal yang telah dilaksanakan pada tanggal 3 – 4 November. Peserta yang antusias ini langsung mendapatkan pelatihan intensif dari sejumlah pakar yang memang sudah ahli di bidangnya. Pelatihan yang berlangsung dua hari itu membahas topik-topik yang relevan dengan dunia usaha, seperti Permodalan Usaha, Konsep Produk dan Perusahaan, Hak Cipta Merek Dagang, Perizinan Usaha, Presentasi Produk hingga Digital Marketing.

Pelatihan ini direspon sangat positif dan antusias oleh hampir seluruh peserta. Berbagai tanggapan baik pun datang dari para pengusaha muda ini, mengenai manfaat dari materi-materi yang mereka terima selama pelatihan berlangsung untuk mengembangkan usaha secara tepat dan cerdas.

Supia L Kwamtakgai contohnya, sebagai salah satu peserta Link & Match dari Merauke, yang sedang merintis usaha kuliner kreasi makanan penutup puding, dari awal merasakan manfaat dari pelatihan ini untuk usahanya.“Penjelasan dari para narasumber ahli sangat bermanfaat bagi kami pengusaha kecil untuk belajar membuat konsep bisnis bagi usaha kami. Saya juga jadi mengerti tentang hak cipta dalam merek dagang yang sebelumnya saya belum pernah tahu bagaimana prosedurnya” ucap Supia.

“Dengan ilmu yang saya dapat dalam dua hari ini, saya yakin usaha saya dapat berkembang. Harapan saya, makin banyak anak muda Papua yang mau berwirausaha. Karena, dengan bertambahnya UMKM tentunya akan menambah kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.” tambah Supia. Selain Supia, seorang peserta wanita yang berasal dari Sorong Joshina Martha Aurora Manggrat yang memiliki usaha produksi kain lurik Papua dan kue sagu ini mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Kementerian Investasi, Papua Muda Inspiratif dan Yayasan Kitong Bisa yang telah mengadakan program ini.

“Harapan saya ke depan, saya akan terus mengembangkan usaha saya dengan mulai menggunakan teknologi digital dan saya harap program seperti ini akan terus diadakan,” Ucapnya dalam video testimoni yang dikirimkan. Setelah mengikuti pelatihan ini, para 250 peserta tersebut akan melalui proses seleksi. Yolanda Febiola, selaku program manager dari kegiatan ini menjelaskan untuk menyeleksi 250 peserta menjadi 30 terpilih yang nantinya akan bertemu dengan calon investor. Mereka pun diwajibkan untuk mengisi Rencana Tindak Lanjut (RTL).

Pada RTL tersebut, seluruh peserta akan menjelaskan secara detail tentang usaha mereka. Mulai dari Ideation, Prototyping, Product Launching, Business Launching, Business Growth/Next Level Funding.

Adapun para best-practice ternama yang mengisi acara pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini ialah; Bapak Dian Martin – Ketua Asosiasi Digital Marketing Indonesia, Bapak Imanuel Kafiar – PT Freeport Indonesia, Bapak M Pradana Indraputra – Staf khusus Bidang peningkatan pengusaha nasional Kementerian Investasi / BKPM, Bapak Aloysius B. Gunawan – Business Coach Binus University, Bapak Agustian Iskandar – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Bapak Hendy Setiono – Founder & CEO of Baba Rafi Enterprise, Ibu Anna Nurbani – Direktur Pemberdayaan Usaha Kementerian Investasi / BKPM dan narasumber profesional lainya.

Selain mendapat dukungan penuh dari Kementerian Investasi, Program Link & Match Pebisnis Muda Lokal juga mendapat dukungan dari Pemda Provinsi Papua, Pemda Provinsi Papua Barat dan beberapa lembaga swasta lainya yaitu PT. Freeport Indonesia, Universitas Bina Nusantara dan HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia). Mereka menyambut baik program ini untuk menghidupkan giat wirausaha di Tanah Papua yang diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Tahap II (Final) Program Link and Match - Pemberian Modal Usaha

Jayapura, (19/ 5/ 22) – Kementerian Perdagangan RI (Kemendag) melalui Direktorat Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Melatih 100 anak muda Papua untuk menjadi pelaku usaha digital, bahkan 30 dari anak muda tersebut, diberikan permodalan langsung yang disponsori oleh PT. Freeport Indonesia untuk menjalankan usahanya.

100 anak Papua ini berasal dari wilayah yang beragam diterbangkan khusus ke Jayapura untuk mengikuti pelatihan yang diadakan tiga hari ke depan, dari tanggal 19 hingga 21 Mei. Kegiatan Forum Bisnis Daerah Papua bertajuk Pengembangan Usaha bagi Youthpreneur ini digelar untuk mendukung arahan Presiden Jokowi dalam menumbuhkan ekosistem kewirausahaan. Bertempat di Hotel Swiss-Bell Jayapura, kegiatan ini dilakukan bersama dengan Papua Muda Inspiratif, PT. Freeport Indonesia, Yayasan Kitong Bisa dan Sampoerna Retail Community (SRC).

Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Nina Mora menjelaskan program digitalisasi UMKM sangat penting dalam pemulihan ekonomi Indonesia, karena UMKM berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini. Transaksi yang terjadi di lokapasar (e-commerce) sepanjang 2021 tumbuh 50,8 persen dan diprakirakan akan terus meningkat pada 2022 hingga mencapai Rp526 triliun, atau tumbuh 31,2 persen.

“Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan nantinya turut mendorong tercapainya target kontribusi sektor ritel terhadap pertumbuhan ekonomi nasional 2022 sebesar 5,2 persen,” jelas Nina.

Pelatihan ini diadakan untuk mendorong para pelaku UMKM dalam penerapan kemajuan teknologi pada kegiatan usaha mereka. Sehingga, nantinya UMKM lokal dapat tembus ke pasar global. Pemerintah pusat juga mendorong dan memberikan dukungan penuh untuk memajukan giat dan para pelaku UMKM.
 

Staff Khusus Presiden Republik Indonesia Billy Mambrasar, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan,Vice President Community Relation PT. Freeport Indonesia Bapak Engel Enoch, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Bapak Omah Laduani Ladamay, Head of Zone East Indonesia Sampoerna Subur, memberikan kata sambutan dan semangat kepada para peserta yang hadir pada pembukaan acara.
 

Atas nama Presiden RI Staff Khusus Presiden RI Billy Mambrasar berterimakasih kepada Kementerian Perdagangan, khususnya Direktorat Bina Usaha dan Pelaku Distribusi dibawah Ditjen Perdagangan Dalam Negeri yang telah merangkul pelaku usaha kecil hingga ke Papua dan Papua barat.

“Ini Bukti bahwa negara hadir, dan memperhatikan semua anak bangsa, serta memberikan semua kesempatan yag sama, dan terimakasih kepada Kementerian Perdagangan yang telah mewujudkan visi besar Presiden Joko Widodo ini”, Ujar Billy Mambrasar.

Bapak Oke Nurwan selaku Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia pada Triwulan I-2022 terhadap Triwulan I-2021 tumbuh sebesar 5,01 persen (y-on-y). Struktur pertumbuhan ekonomi tersebut masih didominasi oleh Kelompok Provinsi di Pulau Jawa sebesar 57,78 persen, sedangkan kelompok provinsi Maluku dan Papua baru memberikan kontribusi sebesar 2,58 persen.

“Hal ini menunjukkan masih besarnya potensi di provinsi Maluku & Papua yang belum optimal tergali untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Salah satunya adalah sektor ritel yang merupakan sektor utama pendorong pertumbuhan konsumsi Rumah Tangga," Ungkap Bapak Oke Nurwan. 

100 peserta mendapatkan kesempatan langsung untuk belajar dan berdiskusi dari para bestpractice di bidangnya masing-masing. Asisten Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar Nanny Uswasnas, juga turut berdiskusi pada sesi talkshow untuk mendorong UMKM Papua mengadopsi transformasi digital bersama dengan Direktur Bina Usaha & Pelaku Distribusi Kementerian Perdagangan dan Markus, pemilik toko SRC Kiboo di Jayapura, selaku perwakilan dari SRC.
 

Program Manager Bidang UMKM Papua Muda Inspiratif Elia Musa Rawar optimis banyaknya dukungan pemerintah pusat khususnya dari Kementerian Perdagangan kepada para pelaku UMKM akan menciptakan ekosistem transaksi perdagangan yang kondusif dan bersahabat agar tercipta perdagangan yang baik dan adil.
 

"Terima kasih kepada Kementerian Perdagangan yang telah memberikan kesempatan untuk bekerja sama lagi dengan kami. Ini bukan kali pertama PMI bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri. Apresiasi kepada Bapak Dirjen Oke Nurwan dan Ibu Direktur Nina Mora yang telah mempecayakan kami. Begitu pula dengan dukungan penuh dari pihak-pihak swasta yang mau menghidupkan gairah ekosistem UMKM di Papua," Pungkas Elmus.
 

Untuk diketahui, Papua Muda Inspiratif (PMI) secara aktif mendorong UMKM-UMKM yang dijalankan oleh para pebisnis muda lokal dengan melakukan pelatihan, pembinaan serta pendampingan. Hal ini, merupakan salah satu upaya dalam mendukung percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat.

Freeport Salurkan Modal Usaha bagi 30 Pengusaha Milenial Papua

Ratusan juta dikucurkan oleh PT. Freeport Indonesia untuk 30 pengusaha milenial papua yang telah mengikuti kegiatan Link & Match. Secara simbolis VP Community Relations PTFI Engel Enoch menyerahkan bantuan dana usaha tersebut langsung kepada para peserta pada gala dinner yang dilakukan pada Jumat Malam (20/ 5) di Hotel Swiss-Bell Jayapura. Kegiatan gala dinner tersebut merupakan bagian dari kegiatan Forum Bisnis Daerah Papua Pengembangan Usaha bagi Youthpreneur (PUBYE) yang dimotori oleh Kementerian Perdagangan, Papua Muda Inspiratif, Yayasan Kitong Bisa dan PT. Freeport Indonesia. 612 juta telah dikeluarkan oleh Freeport untuk mendukung ekosistem kewirausahaa serta mendorong pebisnis muda di Papua untuk tetap semangat dalam memajukan usaha mereka. Dana tersebut digunakan untuk memfasilitasi sesi pelatihan yang dilakukan pada tahun 2021 lalu kepada 250 orang peserta, serta memberikan modal usaha kepada 30 peserta yang telah lolos seleksi.

Program PUBYE merupakan rangkaian pengembangan kapasitas pengusaha muda Papua yang sudah dimulai sejak November 2021, meliputi tahapan pelatihan, pembinaan, perkenalan dengan calon investor, hingga pemberian modal usaha. “PT Freeport Indonesia sebagai perusahaan yang telah berdiri selama lebih dari 55 tahun melihat milenial Papua mempunyai potensi untuk mewujudkan dan mengembangkan ide
usaha mereka sehingga mampu menjadi entrepreneur orang asli Papua yang mempunyai kompetensi dan kemandirian yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru di negerinya sendiri.

“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini dimana PTFI dapat mendukung dalam terwujudnya program 30juta UMKM yang akan go digital di tahun 2024” kata VP Community Relations PTFI Engel Enoch mewakili manajemen perusahaan dalam sambutan acara.

Selain melalui program PUBYE, PTFI juga secara berkelanjutan melakukan pembinaan pengusahapengusaha Papua melalui program pengembangan UMKM, termasuk pembinaan 196 pengusaha Papua dan pemberian dana bergulir hingga Rp63,8 miliar sejak 2014. “Dukungan PTFI terhadap pengembangan kapasitas sumber daya manusia Papua merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kami meyakini bahwa peran kami bersama berbagai pihak lainnya akan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat Papua, ” Jelas Engel Enoch.

Tobias Keije Salah satu penerima modal usaha berasal dari Merauke menyampaikan rasa suka citanya ketika lolos sampai pada tahap penerima bantuan modal usaha ini. Saat ini, Tobias Keije menjalankan usaha Sagu Kelapa Bakar. "Dana ini akan sangat berguna bagi usaha saya yaitu sagu kelapa bakar untuk bisa lebih maju dan dikembangkan. Saya juga berkeinginan untuk membuka usaha baru. Memiliki usaha sendiri, tidak hanya membantu perekomonian saya secara pribadi, tetapi saya juga bisa membuka kesempatan kerja bagi orang lain. Terima kasih Freeport, Papua Muda Inspiratif dan Kitong Bisa. Semoga akan ada kegiatan lagi seperti ini untuk membantu, " Ujar Tobias mengungkapkan suka citanya.

Selaku Wakil Direktur Papua Muda Inspiratif Wilayah Papua Neil Leonardo Aiwoy menyampaikan bahwa kegiatan Link & Match ini merupakan langkah nyata yang baik dilakukan oleh PT. Freeport Indonesia sebagai perusahaan multinasional tertua di Tanah Papua untuk mendukung anak-anak muda dan membangkitkan ekosistem kewirausahaan di Papua
Donate now