Presiden Joko Widodo (Jokowi) berupaya untuk terus meningkatkan ekspor hasil pertanian dalam negeri. Komitmen tersebut dihadirkan Jokowi salah satunya melalui Program Petani Milenial. Terkait program tersebut beberapa sektor saat ini tengah lumpuh akibat kehadiran pademi Covid-19. Namun tidak bagi pertanian, sektor ini justru menjadi andalan di tengah virus yang mewabah. konsentrasi Jokowi terhadap sektor pertanian begitu tinggi selain juga pada kesehatan. Hal tersebut merupakan sebuah langkah yang cedas dan tepat.
Untuk mendukung itu, Jokowi mendorong agar Petani Milenial dapat terus melakukan pembinaan kepada petani khususnya di perdesaan. Dengan begitu ke depan akan menciptakan petani-petani Tanah Air yang berkualitas. Di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi ekspor komoditas pertanian Indonesia terus mengalami peningkatan. Tercatat pada 2020, ekspor komoditas pertanian naik 15,79% dibandingkan 2019. Jika dirupiahkan ekspor komoditas pertanian pada 2020 sebesar Rp451,8 triliun, sedangkan 2019 sebesar Rp390,16 triliun. Momentum peningkatan itu masih terus berlanjut hingga tahun berikutnya.

Momen Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ribuan pemuda Papua mendaftar menjadi petani milenial. Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar bersama dengan Menteri Pertanian meluncurkan Program Gerakan Petani Milenial di Manokwari, Papua Barat, yang dihadiri Gubernur Papua Barat serta Jajaran SKPD provinsi, Kementerian PPN/Bappenas, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Bupati Manokwari serta Anggota DPD.

Acara peluncuran yang dikolaborasikan oleh Komunitas Papua Muda Inspiratif dan pemprov Papua Barat ini, merupakan perwujudan komitmen Presiden Joko Widodo mendorong ketahanan pangan Indonesia, melalui peningkatan kapasitas dan kapabilitas dari Pemuda dan Pemudi Indonesia. Peluncuran ini mendapat sambutan antusias Pemuda dan Pemudi Asli Papua. Sejak diluncurkan oleh gubernur, sebuah link pendaftaran disebar secara daring, dan tercatat kurang lebih 1.023 orang yang mendaftarkan dirinya, untuk menjadi petani milenial hanya dalam beberapa jam saja.

“Presiden Joko Widodo berkomitmen mendorong percepatan pembangunan berbasis kesejahteraan OAP di Tanah Papua, dan program-program seperti Petani Milenial ini merupakan perwujudan pelaksanaan komitmen tersebut," kata Billy Mambrasar dalam keterangannya pada Kamis (20/5/2021) yang selama ini aktif membantu tim teknis percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat bersama Desk Papua Bappenas.

Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar bersama dengan Menteri Pertanian meluncurkan Program Gerakan Petani Milenial di Manokwari, Papua Barat, Kamis (20/5/2021). Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar bersama dengan Menteri Pertanian meluncurkan Program Gerakan Petani Milenial di Manokwari, Papua Barat, Kamis (20/5/2021). Menteri Pertanian, Yasin Limpo yang turut hadir secara virtual, memberikan sambutan pembukaan, dan menyatakan komitmen Kementerian Pertanian, untuk mendorong peluncuran program ini di Provinsi Papua Barat.

Koordinator Desk Papua Kementerian Bappenas, Aruminingsih menyampaikan bahwa Program Petani Milenial ini merupakan bagian dari 8 rencana aksi percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat, sebagai wujud konkrit dari Inpres No.9 Tahun 2020, tentang percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sektor pertanian masih menjadi sektor penyerap tenaga kerja terbanyak, yakni mencapai hampir 24% dari kurang lebih 400ribu angkatan kerja di Provinsi ini.

Oleh sebab itu Gubernur Provinsi Papua Barat menyambut positif peluncuran program ini dan menyatakan Pemerintah Provinsi mendukung penuh program ini, dan berharap adanya sinergitas dengan pemerintah pusat, dalam mendorong pelaksanannya kedepannya.

Ia berharap agar lebih banyak lagi pemuda dan pemudi asli Papua yang terjun ke sektor ini dibandingkan berharap menjadi PNS. Untuk itu, sektor ini menjadi tumpuan penyerapan tenaga kerja di salah satu provinsi paling timur di Indonesia ini.

Adapun anak-anak muda di Provinsi Papua Barat, yang telah bergabung dalam program Petani Milenial Nasional ini akan memperoleh pelatihan, akses kepada fasilitas pertanian yang disediakan oleh pemerintah maupun swasta.

“Kita akan terus berkordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk melakukan pelatihan, pengolahan lahan, permodalan, dan pemberian teknologi kepada anak-anak muda asli Papua yang tergabung dalam Gerakan Petani Milenial ini, untuk secara berkelanjutan, mereka dapat bertahan dan meningkat kemampuan, serta kesejahteraannya di sektor ini," ucap Simon Tabuni, Koordinator Gerakan Papua Muda Inspiratif Wilayah Papua Barat, yang juga adalah pelaku usaha di sektor pertanian.

Kemeterian Pertanian, Staf Khusus Billy Mambrasar dan Papua Muda Inspiratif meluncurkan Program Petani Milenial di 4 Kabupaten Wilayah Papua dan Papua Barat yaitu Manokwari, Merauke, FakFak, Teluk Bintuni, dan Tambrauw setelah sebelumnya dilakukan di buka secara resmi oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Kabupaten Manokwari.

Program Petani Milenial di Papua dan Papua Barat disambut dengan antusias yang tinggi dari anak-anak Papua dengan lebih dari 5.000 orang bergabung menjadi bagian dari Petani Milenial, jumlah ini akan terus bertambah setiap harinya.

Peluncuran ini merupakan kegiatan kolaborasi antara Kementerian Pertanian (Kementan), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat,Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua, Pemerintah Kabupaten, dan Gerakan Papua Muda Inspiratif untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Daftar pemuda yang tergabung dalam Program Petani Milenial ini akan diserahkan dan dikelola langsung oleh kepala dinas kabupaten terkait. Agar data tersebut bisa terintegrasi ke dalam Petani Milenial secara keseluruhan dan dapat dikelola atau dimaksimalkan oleh Kementerian Pertanian.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) direncanakan akan meninjau Program Petani Milenial dalam kunjungan kerjanya saat menghadiri PON XX Papua yang akan dihelat pada Oktober 2021 mendatang. Ini membuktikan keseriusan dan antusiasme dari Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan sektor pertanian di Papua. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa Papua adalah wilayah yang tepat untuk Program Petani Milenial karena diberkati tanah yang subur dan ekosistem yang mendukung.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Papua Muda Inspiratif Papua Barat Simon Tabuni menyampaikan bahwa Program Petani Milenial dijalankan dengan menggunakan strategi yang dituangkan dalam Milenialls Agriculture Project (MAP). Program ini bertujuan agar petani tidak hanya terlibat pada aktivitas di lahan saja (on-farm), tetapi juga melakukan inovasi-inovasi hingga dapat menjadi seorang agripreneur ataupun eksportir. Gerakan Papua Muda Inspiratif selalu siap dalam menjalankan Program Petani Milenial untuk dengan memberikan pelatihan-pelatihan dengan tujuan para pemuda di Papua dan Papua Barat dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dengan mengolah potensi lahan di tanah Papua.
Donate now