Beranda / Berita / Berita
Berita

KBF Indonesia Diundang BAPPENAS sebagai Rekomendator dalam Kajian Pemberdayaan Sosial Masyarakat di Indonesia Timur

● Via Amalia | ◫ November 2, 2026 | ◷ 2 menit baca

Kitong Bisa Foundation (KBF) mendapat undangan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) untuk berpartisipasi sebagai rekomendator dalam Focus Group Discussion (FGD) Kajian Pemberdayaan Sosial Masyarakat di Indonesia Timur.

Dalam forum tersebut, KBF menjadi salah satu dari 17 NGO dan organisasi yang diundang secara khusus oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan BAPPENAS. Keterlibatan ini menjadi ruang bagi organisasi masyarakat sipil untuk menyampaikan perspektif, pengalaman, serta rekomendasi berdasarkan praktik pemberdayaan yang telah dilakukan di wilayah Indonesia Timur.

Sebagai organisasi yang terlibat dalam berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat, CEO KBF Mochamad Afif Dzulqifli menekankan soal pentingnya paradigma pemberdayaan masyarakat di Indonesia Timur Khususnya di Papua itu berbeda dengan daerah di Jawa.

“Bukan berarti paling ujung Indonesia dianggap sebagai yang paling akhir, lalu masyarakat dihadapkan dengan konsep pendekatan top-down, dari pusat ke daerah, Paradigma membangun Indonesia Timur perlu diubah menjadi Indonesia Timur yang membangun, berikan kesempatan pada masyarakat Indonesia Timur yang membangun daerahnya sendiri.” ungkapnya

Dalam konteks tersebut, pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya berorientasi pada pelaksanaan program. Lebih dari itu, diperlukan proses yang mampu memperkuat kapasitas masyarakat, membuka akses terhadap berbagai peluang, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menentukan arah pembangunan di lingkungannya.

Keterlibatan KBF dalam FGD ini juga menjadi kesempatan untuk berbagi pembelajaran dari pengalaman pendampingan masyarakat di Papua dan wilayah Indonesia Timur lainnya. Berbagai pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi masukan dalam penyusunan kajian dan rekomendasi kebijakan yang lebih kontekstual, inklusif, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat.

KBF memandang bahwa pembangunan yang berkelanjutan perlu menempatkan masyarakat sebagai bagian utama dari proses perubahan, bukan hanya sebagai penerima manfaat. Dengan memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat, mengembangkan potensi, dan mengambil peran dalam pembangunan, berbagai inisiatif pemberdayaan diharapkan dapat menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.

Melalui partisipasi dalam forum ini, Kitong Bisa Foundation terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam mendorong pembangunan yang berpihak pada potensi lokal serta memperkuat peran masyarakat dalam menciptakan masa depan Indonesia Timur yang lebih inklusif dan berdaya.

300+ Anak Terjangkau
12 Desa Didukung
24 Relawan Terlibat

Tetap Terhubung dengan Dampak Kami

Dapatkan berita terbaru, cerita inspiratif, dan perkembangan program KBF Indonesia.