Beranda / Berita / Program
Program

Dari Rumah Tangga untuk Desa: KBF Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Program TEKAD

● Via Amalia | ◫ November 2, 2026 | ◷ 2 menit baca

Jakarta – Pembangunan desa yang berkelanjutan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program, tetapi juga pada bagaimana setiap proses mampu menciptakan perubahan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, Kitong Bisa Foundation (KBF) terus mengambil bagian dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD).

Sebagai bagian dari pelaksanaan program, KBF bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD) melakukan pembahasan Laporan Interim Pelaksanaan Program TEKAD. Laporan ini menjadi salah satu bentuk evaluasi terhadap perkembangan implementasi program, sekaligus ruang untuk melihat capaian, tantangan, dan langkah strategis yang perlu diperkuat dalam pelaksanaan kegiatan selanjutnya.

Dalam implementasinya, Program TEKAD mengedepankan Pendekatan Berbasis Rumah Tangga (PBRT) sebagai upaya memahami kebutuhan, kondisi, serta potensi masyarakat secara lebih dekat. Pendekatan ini menempatkan rumah tangga sebagai salah satu titik awal pemberdayaan, sehingga intervensi program dapat disesuaikan dengan kondisi dan sumber daya yang dimiliki masyarakat.

Melalui pendampingan dan penguatan kapasitas, program ini juga diarahkan untuk mendorong masyarakat mengenali serta mengembangkan potensi lokal yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan aktif dalam proses pembangunan dan pengembangan ekonomi di wilayahnya.

KBF Indonesia berhasil menjalakan program TEKAD sesuai target Kemendes di 4 Kabupaten yaitu Yapen, Jayapura, Sarmi, dan Keerom.

Pembahasan laporan interim bersama IFAD menjadi momentum penting untuk meninjau perjalanan program, mengidentifikasi berbagai pembelajaran di lapangan, serta memastikan pelaksanaan kegiatan tetap berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun langkah tindak lanjut yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Bagi Kitong Bisa Foundation, pemberdayaan masyarakat merupakan proses yang membutuhkan kolaborasi, pendampingan, dan pemahaman terhadap potensi lokal. Karena itu, melalui keterlibatan dalam Program TEKAD, KBF berkomitmen untuk terus mendukung penguatan kapasitas masyarakat desa agar mampu mengembangkan potensi yang dimiliki dan menciptakan peluang ekonomi secara mandiri.

Sebab, pembangunan yang bermakna dimulai dari masyarakat itu sendiri. Ketika potensi lokal diperkuat dan masyarakat diberi ruang untuk berkembang, perubahan positif dapat tumbuh dari rumah tangga hingga membawa dampak yang lebih luas bagi desa.

300+ Anak Terjangkau
12 Desa Didukung
24 Relawan Terlibat

Tetap Terhubung dengan Dampak Kami

Dapatkan berita terbaru, cerita inspiratif, dan perkembangan program KBF Indonesia.