Beranda / Berita / Program
Program

Pecahkan Rekor Nasional Kemendes PDT dan Kitong Bisa Foundation Latih 1.975 Rumah Tangga 79 Desa Papua Kurangi Kemiskinan

● Via Amalia | ◫ Oktober 30, 2026 | ◷ 3 menit baca

“Setiap keluarga memiliki kondisi, sumber daya, dan kebutuhan yang berbeda. Melalui Perencanaan Berbasis Rumah Tangga, masyarakat dibantu untuk menyusun tujuan ekonomi yang realistis, menentukan langkah usaha, mengatur pengeluaran, serta menyiapkan kebutuhan keluarga pada masa depan,” jelas Rachel.

Para fasilitator yang terpilih dalam program tersebut sebagian besar merupakan putra dan putri asli Papua yang memiliki visi dan komitmen untuk membangun Tanah Papua.

Pelibatan fasilitator lokal menjadi bagian penting dari strategi pelaksanaan program karena mereka memiliki pemahaman mengenai budaya, bahasa, kondisi geografis, serta karakteristik sosial dan ekonomi masyarakat di masing-masing wilayah.

Para fasilitator tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelatihan, tetapi juga menjadi penghubung antara program, pemerintah kampung, dan masyarakat. Mereka mendampingi peserta dalam menyusun rencana ekonomi keluarga, mengenali potensi usaha, dan memahami prinsip dasar pengelolaan keuangan.

Masyarakat menyambut baik pelaksanaan Program TEKAD PBRT dan berpartisipasi aktif selama pelatihan berlangsung. Para peserta mengikuti diskusi, simulasi pengelolaan keuangan, penyusunan rencana usaha, serta identifikasi komoditas unggulan yang dapat dikembangkan di kampung masing-masing.

Kepala kampung dan tokoh masyarakat di Kabupaten Sarmi juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Desa dan PDT, IFAD, serta Kitong Bisa Foundation. Menurut mereka, program tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menghadirkan dukungan pengembangan usaha bagi masyarakat melalui demonstration plot (demplot).

Dukungan dalam bentuk demplot diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran langsung bagi masyarakat untuk mengembangkan komoditas unggulan, meningkatkan produktivitas, memperkuat kerja sama kelompok, dan membuka peluang pemasaran produk lokal.

Melalui program tersebut, setiap kampung didorong untuk mengidentifikasi komoditas yang paling potensial berdasarkan kondisi alam, kemampuan masyarakat, peluang pasar, serta keberlanjutan usaha.

Program TEKAD PBRT juga diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara perencanaan ekonomi rumah tangga dan pembangunan kampung. Informasi mengenai kebutuhan, potensi, dan rencana usaha masyarakat dapat menjadi masukan bagi pemerintah kampung dalam menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Kitong Bisa Foundation menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Pengembangan Produk Unggulan Desa dan Daerah Tertinggal Kementerian Desa dan PDT, IFAD, pemerintah kabupaten, pemerintah kampung, para fasilitator, serta seluruh masyarakat yang telah terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

“Terima kasih kepada Direktorat Pengembangan Produk Unggulan Desa dan Daerah Tertinggal Kementerian Desa dan PDT, IFAD, seluruh pemerintah daerah dan pemerintah kampung, serta para fasilitator yang telah bekerja hingga ke wilayah pedalaman. Semoga pelatihan dan dukungan permodalan ini membangun kekuatan ekonomi masyarakat Papua dan memberikan dampak yang dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujar Mohamad Afif Dzulqifli.

Melalui kolaborasi tersebut, Program TEKAD PBRT diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan literasi keuangan, perencanaan ekonomi keluarga, kewirausahaan, pengembangan komoditas unggulan, dan dukungan permodalan usaha.

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas rumah tangga penerima manfaat, tetapi juga mendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi kampung, menciptakan sumber pendapatan baru, memperkuat ketahanan keluarga, serta berkontribusi terhadap pengurangan kemiskinan di Papua.

Penulis : Fransisca Kusuma

300+ Anak Terjangkau
12 Desa Didukung
24 Relawan Terlibat

Tetap Terhubung dengan Dampak Kami

Dapatkan berita terbaru, cerita inspiratif, dan perkembangan program KBF Indonesia.